Mengenal apa itu Lean Management, 5 Pinsip-prinsip Dasar, hingga Manfaat Penerapannya

lean management
DAFTAR ISI

Halo digi enthusiast, kalian udah tahu atau belum tentang lean management? Atau ini kali pertama kalian mendengar apa itu lean management? Nah, pas banget nih, artikel kali ini membahas tentang lean management, prinsip-prinsip dasar dalam lean management, hingga manfaat dari penerapan lean management.

So, bagi kalian kalian yang ini mengetahui terkait lean management, yuk simak artikel berikut.

Apa itu Lean Management

Lean management adalah filosofi bisnis dan kumpulan prinsip yang bertujuan untuk memaksimumkan nilai dan meminimalkan sampah dalam proses bisnis. Ini didasarkan pada ide bahwa organisasi harus mengidentifikasi dan menghilangkan sampah dalam operasinya untuk menciptakan lebih banyak nilai bagi pelanggan. Praktik manajemen lean dapat diterapkan di berbagai macam bisnis, dari manufaktur hingga industri jasa, dan dirancang untuk membantu organisasi meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan daya saing.

Prinsip-prinsip manajemen lean awalnya dikembangkan di sektor manufaktur, tetapi sejak itu telah diterapkan di berbagai setting bisnis. Elemen utama manajemen lean termasuk mengidentifikasi nilai yang diinginkan pelanggan, memahami aliran nilai melalui organisasi, dan terus-menerus memperbaiki proses untuk menciptakan lebih banyak nilai dan mengurangi sampah. Manajemen lean juga menekankan pentingnya memberdayakan karyawan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, serta mendorong budaya peningkatan terus-menerus dan belajar.

Baca juga artikel seputar Agile Scrum dalam manajemen proyek

Awal Mula Munculnya Lean Management

Munculnya lean manajemen dapat ditelusuri kembali ke Sistem Produksi Toyota, yang dikembangkan oleh Toyota Motor Corporation pada pertengahan abad ke-20. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi sampah dalam operasi manufaktur Toyota, dan menjadi faktor kunci keberhasilan perusahaan tersebut.

Sistem Produksi Toyota didasarkan pada prinsip-prinsip metode produksi “just-in-time”, yang bertujuan untuk meminimalkan persediaan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi produk. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan terus-menerus, atau “kaizen”, yang melibatkan mengidentifikasi dan menangani masalah dalam proses produksi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi sampah.

Pada 1980-an, prinsip-prinsip Sistem Produksi Toyota mulai diterapkan di industri lain di luar sektor manufaktur, dan istilah “lean manajemen” dicetuskan untuk menggambarkan pendekatan ini. Sejak saat itu, lean manajemen menjadi filosofi bisnis yang banyak digunakan, dengan banyak organisasi yang menerapkan prinsip-prinsip lean untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

Baca Juga:  Smartphone Bisa Operasikan Dengan Baik Lengan Bionik Dari jepang

Prinsip Lean Management

Setelah mengetahui apa itu lean management dan awal mula munculnya lean management, hal yang perlu diketahui selanjutnya adalah prinsip-prinsip dasar lean management

Prinsip-prinsip dasar lean manajemen dirancang untuk membantu organisasi menciptakan nilai bagi pelanggannya sambil meminimalkan sampah dan meningkatkan efisiensi. Beberapa prinsip dasar lean manajemen di antaranya adalah:

1. Mengidentifikasi nilai yang diinginkan pelanggan

Prinsip lean manajemen yang pertama adalah mengidentifikasi nilai yang diinginkan pelanggan. Nilai yang diinginkan pelanggan adalah fitur atau fungsi dari produk atau jasa yang dapat memberikan manfaat atau kepuasan bagi pelanggan. Lean management menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mengoptimalkan nilai yang diinginkan pelanggan sebagai langkah pertama dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste dalam proses bisnis.

Untuk mengidentifikasi nilai yang diinginkan pelanggan, perusahaan harus terlebih dahulu mengerti apa yang diinginkan pelanggan, kemudian mengidentifikasi tahap-tahap yang diperlukan untuk menghasilkan nilai tersebut, dan kemudian mengoptimalkan proses untuk menghasilkan nilai tersebut dengan cara yang paling efisien. Ini merupakan prinsip dasar lean management yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam proses bisnis.

2. Memahami aliran nilai melalui organisasi

Prinsip lean manajemen yang kedua adalah memahami aliran nilai melalui organisasi. Aliran nilai adalah proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau jasa yang diinginkan pelanggan, mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Lean management menekankan pentingnya memahami aliran nilai dengan baik untuk mengurangi waste dan meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis.

Untuk memahami aliran nilai melalui organisasi, perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi tahap-tahap yang diperlukan dalam proses produksi, kemudian mengidentifikasi waste yang terjadi pada setiap tahap, dan kemudian mencari cara untuk mengurangi atau menghilangkan waste tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menganalisis aliran nilai dengan menggunakan alat seperti diagram aliran nilai (value stream map) dan mengidentifikasi tahap-tahap yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Dengan memahami aliran nilai melalui organisasi, perusahaan dapat mengurangi waste yang tidak diperlukan, meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, dan menghasilkan produk atau jasa yang lebih berkualitas untuk pelanggan.

3. Terus-menerus memperbaiki proses

Prinsip lean manajemen yang ketiga adalah terus-menerus memperbaiki proses. Lean management menekankan pentingnya terus-menerus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste dalam proses bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara terus-menerus memperbaiki proses produksi dengan mencari cara yang lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan produk atau jasa yang diinginkan pelanggan.

Baca Juga:  Kebocoran Data Pemakai, Bos Facebook: Kami Salah dan Tak akan Terjadi Lagi

Untuk terus-menerus memperbaiki proses, perusahaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi kelemahan dan masalah yang terjadi dalam proses produksi, kemudian mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut, dan kemudian mengimplementasikan solusi tersebut ke dalam proses produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat seperti diagram pareto, diagram fishbone (cause and effect diagram), dan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke).

Dengan terus-menerus memperbaiki proses, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, mengurangi waste yang tidak diperlukan, dan menghasilkan produk atau jasa yang lebih berkualitas untuk pelanggan.

4. Memberdayakan karyawan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah

Prinsip lean manajemen yang keempat adalah memberdayakan karyawan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah. Lean management menekankan pentingnya mengandalkan pada kemampuan dan keterampilan karyawan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam proses bisnis.

Untuk memberdayakan karyawan, perusahaan harus memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam proses pemecahan masalah dan memberikan akses kepada karyawan untuk mencari solusi masalah. Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan pelatihan dan pelatihan terus-menerus kepada karyawan, meningkatkan keterampilan dan kemampuan karyawan, serta memberikan akses kepada karyawan untuk mengakses informasi dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Dengan memberdayakan karyawan, perusahaan dapat meningkatkan motivasi karyawan, meningkatkan kepuasan kerja karyawan, dan meningkatkan efisiensi dalam proses produksi dengan cara mengurangi masalah yang terjadi.

5. Membangun budaya belajar terus-menerus

Prinsip lean manajemen yang kelima adalah membangun budaya belajar terus-menerus. Lean management menekankan pentingnya terus-menerus belajar dan mengembangkan diri agar dapat terus meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste dalam proses bisnis.

Untuk membangun budaya belajar terus-menerus, perusahaan harus terlebih dahulu mendorong dan mendukung karyawan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan pelatihan dan pelatihan terus-menerus kepada karyawan, meningkatkan keterampilan dan kemampuan karyawan, serta memberikan akses kepada karyawan untuk mengakses informasi dan alat yang diperlukan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Baca Juga:  Smartfren Banderol iPhone X Rp8 Juta

Selain itu, perusahaan juga harus mendorong karyawan untuk terus mencari cara baru dan berpikir kreatif untuk meningkatkan efisiensi dalam proses produksi. Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan waktu dan ruang bagi karyawan untuk berdiskusi dan bertukar ide, serta memberikan dukungan dan insentif bagi karyawan yang terus belajar dan mengembangkan diri.

Dengan membangun budaya belajar terus-menerus, perusahaan dapat terus meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, mengurangi waste yang tidak diperlukan, dan menghasilkan produk atau jasa yang lebih berkualitas untuk pelanggan.

Manfaat penerapan lean manajement

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan lean management, di antaranya:

1. Meningkatkan efisiensi

Dengan mengurangi sisa dan waktu tunggu, lean management dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam proses bisnis. Hal ini akan menghemat waktu, biaya, dan sumber daya yang digunakan.

2. Menurunkan biaya

Lean management juga dapat membantu menurunkan biaya dengan mengurangi sisa, scrap, dan waktu tunggu. Hal ini akan membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan.

3. Meningkatkan kualitas produk

Lean management juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengurangi sisa dan scrap, sehingga produk yang dihasilkan akan lebih berkualitas.

4. Meningkatkan kepuasan pelanggan

Lean management juga dapat membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kualitas produk. Ini akan membantu mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

5. Meningkatkan kinerja karyawan

Dengan mengurangi sisa dan waktu tunggu, lean management juga dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan dengan memberikan lebih banyak waktu yang bisa digunakan untuk aktivitas yang lebih bernilai tambah.

Kesimpulan

Lean management adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste (sisa, buangan) dalam suatu proses bisnis. Prinsip-prinsip dasar lean management berfokus pada pengurangan waktu tunggu, meningkatkan kualitas produk, serta mengurangi jumlah sisa dan scrap (sisa bahan yang tidak dapat digunakan kembali). Kemudian manfaat dari penerapan lean management adalah peningkatan efisiensi, peningkatan kualitas produk yang dihasilkan, peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan kinerja karyawan, hingga penurunan jumlah biaya yang dikeluarkan selama proses produksi.

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi teknologi terbaru dan diskon menarik langsung di Email-mu

Ade Irsyad
Ade Irsyad
System Analyst dan Quality Assurance dalam pengembangan aplikasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat