6 Langkah Memastikan Quality Control yang Efektif

quality control
DAFTAR ISI

Halo Digital Enthusiast, pengembangan aplikasi menggunakan metodologi Agile telah menjadi praktik umum bagi tim pengembang di seluruh dunia. Namun, keberhasilan proyek pengembangan aplikasi Agile sangat bergantung pada efektivitas Quality Control (QC) yang dilakukan selama pengembangan.

Nah, sebelum membahas lebih lanjut tentang langkah-langkah memastikan quality control yang efektif, terlebih dahulu admin akan membahas tentang pengertian dan tujuan dari quality control

Pengertian Quality Control

Perlu di ketahui, Quality Control adalah proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dan memenuhi standar kualitas tertentu dalam pengembangan aplikasi Agile.

Tujuan Quality Control

Tujuan dari quality control adalah untuk memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan sebelumnya. Tujuan tersebut meliputi: Menjamin kualitas produk, mengurangi biaya dan waktu, meningkatkan kepercayaan pelanggan, meningkatkan efisiensi dan efektivitas, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Langkah-langkah memastikan Quality Control yang efektif

Sumber: Pixabay.com

Setelah membahas pengertian dan tujuan quality control, berikut 6 langkah penting yang harus diambil untuk memastikan QC yang efektif

1. Membuat definisi keberhasilan proyek

Sumber: Pixabay.com

Membuat definisi keberhasilan proyek adalah salah satu elemen penting dalam quality control (QC) dalam pengembangan aplikasi agile. Definisi keberhasilan proyek merupakan kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah proyek pengembangan aplikasi telah berhasil atau tidak.

Definisi keberhasilan proyek harus mencakup tujuan bisnis yang ingin dicapai oleh aplikasi, seperti meningkatkan produktivitas, meningkatkan keuntungan, atau memperluas pangsa pasar.

Untuk membuat definisi keberhasilan proyek yang efektif, tim pengembang harus terlebih dahulu memahami kebutuhan dan tujuan bisnis dari aplikasi yang akan dikembangkan.

Selain itu, tim pengembang juga harus mengidentifikasi stakeholders dan pengguna aplikasi, serta memahami kebutuhan dan harapan mereka terhadap aplikasi.

Setelah kebutuhan dan tujuan bisnis telah dipahami, tim pengembang dapat mulai membuat definisi keberhasilan proyek.

Definisi keberhasilan proyek harus mencakup kriteria yang spesifik dan terukur, seperti waktu pengembangan aplikasi, biaya pengembangan, dan performa aplikasi.

Baca Juga:  Inilah Alasan Traveloka Belum Mau Go Public

Definisi keberhasilan proyek juga harus mencakup kriteria yang berkaitan dengan kualitas, seperti keamanan, reliabilitas, dan kepuasan pengguna.

2. Membuat rencana QC

Sumber: Pixabay.com

Membuat rencana quality control (QC) merupakan salah satu langkah penting dalam pengembangan aplikasi agile.

Rencana QC adalah dokumen yang menggambarkan strategi dan prosedur yang akan digunakan untuk memastikan kualitas aplikasi selama siklus pengembangan.

Rencana QC harus mencakup langkah-langkah yang diperlukan untuk memantau dan mengukur kualitas aplikasi, serta tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah kualitas yang muncul selama pengembangan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat membuat rencana QC:

Tujuan dan target QC

Langkah pertama dalam membuat rencana QC adalah menentukan tujuan dan target QC. Tujuan dan target QC harus mencakup aspek-aspek seperti kualitas kode, kecepatan respons aplikasi, dan kinerja aplikasi. Tujuan dan target QC harus selaras dengan tujuan bisnis dan harapan pengguna untuk aplikasi.

Metode pengujian dan pengukuran QC

Rencana QC harus mencakup metode pengujian dan pengukuran QC yang akan digunakan selama siklus pengembangan.

Metode ini harus mencakup prosedur pengujian fungsional dan non-fungsional, seperti pengujian kesesuaian, pengujian beban, dan pengujian keamanan. Metode ini juga harus mencakup metrik QC yang akan digunakan untuk mengukur kualitas aplikasi.

Proses QC

Rencana QC harus mencakup proses QC yang akan digunakan selama siklus pengembangan. Proses QC harus mencakup tahapan pengujian, pengukuran, dan analisis kualitas.

Proses QC harus diintegrasikan dengan siklus pengembangan agile dan harus memungkinkan tim pengembang untuk melakukan perbaikan secara real time.

Penjadwalan QC

Rencana QC harus mencakup jadwal QC yang jelas dan terperinci. Jadwal QC harus mencakup waktu yang diperlukan untuk setiap tahapan QC, seperti pengujian, pengukuran, dan analisis kualitas. Jadwal QC juga harus diintegrasikan dengan jadwal pengembangan aplikasi secara keseluruhan.

Baca Juga:  Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang

Sumber daya QC

Rencana QC harus mencakup sumber daya QC yang akan digunakan selama siklus pengembangan. Sumber daya QC dapat mencakup perangkat pengujian, perangkat lunak pengujian, dan personil QC.

Rencana QC harus memastikan bahwa sumber daya QC yang tersedia memadai untuk mencapai tujuan dan target QC.

Komunikasi QC

Rencana QC harus mencakup prosedur komunikasi QC yang jelas dan terperinci. Komunikasi QC harus melibatkan seluruh anggota tim pengembang dan stakeholder.

Rencana QC harus mencakup bagaimana masalah kualitas akan dilaporkan dan dipecahkan selama siklus pengembangan.

3. Melakukan uji coba

Sumber: Pixabay.com

Tim pengembang harus melakukan uji coba secara teratur untuk memeriksa apakah aplikasi berfungsi dengan baik dan memenuhi spesifikasi. Pengujian dapat dilakukan dengan mengikuti skenario pengguna yang telah ditentukan sebelumnya, atau dengan menggunakan alat pengujian otomatis.

4. Menggunakan alat QC

Ada banyak alat QC yang dapat membantu tim pengembang dalam memastikan kualitas aplikasi. Beberapa alat QC yang populer adalah alat pengujian otomatis, alat pelacakan kesalahan, dan alat pengujian keamanan.

Tim pengembang harus memilih dan menggunakan alat QC yang paling cocok untuk kebutuhan aplikasi mereka. Penggunaan alat QC dapat membantu mempercepat proses pengujian dan memastikan bahwa aplikasi memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.

5. Melibatkan pengguna

Sumber: Pixabay.com

Melibatkan pengguna dalam proses pengembangan adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengguna.

Tim pengembang harus berkomunikasi dengan pengguna secara teratur selama pengembangan dan memperbarui aplikasi sesuai dengan umpan balik yang diberikan oleh pengguna.

Dengan melibatkan pengguna, tim pengembang dapat memastikan bahwa aplikasi tidak hanya memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga memenuhi kebutuhan pengguna.

6. Memantau metrik QC

Sumber: Pixabay.com

Pengukuran metrik QC juga membantu tim pengembang dalam melacak perkembangan pengembangan aplikasi. Dengan memantau metrik QC secara berkala, tim pengembang dapat memeriksa apakah aplikasi telah memenuhi spesifikasi dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga:  Perbandingan Kecepatan Internet 6 Operator Di Indonesia, Siapa Yang Lebih Unggul

Jika terdapat perbedaan antara metrik yang diharapkan dengan metrik yang diukur, maka tim pengembang dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki masalah yang ada.

Beberapa metrik QC yang umumnya digunakan dalam pengembangan aplikasi adalah:

Kecepatan respon aplikasi

Metrik ini mengukur waktu yang diperlukan oleh aplikasi untuk memberikan respons atas permintaan pengguna. Semakin cepat respon yang diberikan oleh aplikasi, semakin baik kualitasnya.

Tingkat kesalahan

Metrik ini mengukur jumlah kesalahan yang terjadi dalam aplikasi. Semakin sedikit kesalahan yang terjadi, semakin baik kualitas aplikasi.

Ketersediaan

Metrik ini mengukur waktu yang dihabiskan aplikasi dalam mode pengoperasian. Semakin lama aplikasi dapat dioperasikan tanpa henti, semakin baik kualitasnya.

Dalam memantau metrik QC, tim pengembang juga harus mempertimbangkan metrik yang relevan untuk aplikasi yang dikembangkan.

Misalnya, jika aplikasi berfokus pada keamanan, maka metrik keamanan seperti pengujian penetrasi dan pengukuran kinerja keamanan harus menjadi prioritas utama.

Dalam pengembangan aplikasi agile, pengukuran metrik QC dapat dilakukan secara terus-menerus selama siklus pengembangan.

Hal ini memungkinkan tim pengembang untuk mengevaluasi kualitas aplikasi secara terus-menerus dan melakukan perbaikan secara real time.

Dengan demikian, tim pengembang dapat memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan memenuhi kebutuhan pengguna dan memenuhi tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Dalam pengembangan aplikasi agile, memastikan kualitas kontrol (quality control) sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan memenuhi standar kualitas.

Ada enam langkah utama yang dapat diambil untuk memastikan QC yang baik, yaitu menetapkan standar kualitas, mengidentifikasi risiko QC, membuat rencana QC, memantau kualitas secara terus-menerus, melibatkan seluruh tim dalam QC, dan membuat definisi keberhasilan proyek.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, tim pengembang dapat memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan memenuhi tujuan bisnis dan harapan pengguna.

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi teknologi terbaru dan diskon menarik langsung di Email-mu

Ade Irsyad
Ade Irsyad
System Analyst dan Quality Assurance dalam pengembangan aplikasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat