5 Automated Testing Tools yang populer Digunakan

Automated testing tools
DAFTAR ISI

Halo digital enthusiast, Automation Testing Tools (ATT) adalah salah satu metode yang digunakan dalam Quality Control (QC) untuk memastikan bahwa aplikasi atau produk yang dibuat sudah memenuhi standar kualitas yang diinginkan.

ATT memungkinkan pengguna untuk menguji fungsionalitas dan kinerja produk secara otomatis, sehingga mempercepat proses QC dan mengurangi risiko kesalahan manusia.

Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai beberapa Automated Testing Tools yang populer digunakan oleh para pengembang dan tester, diantaranya Selenium, Appium, JUnit, TestComplete, dan Postman.

Diharapkan artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi mereka yang tertarik dalam pengembangan aplikasi atau produk dan ingin meningkatkan kualitas produknya dengan menggunakan Automation Testing Tools.

Namun sebelum membahas tools yang populer digunakan dalam Automated Testing, terlebih dahulu kita membahas dengan singkat tentang apa itu Automated Testing Tools dan fungsinya.

Pengertian Automation Testing Tools

Automated Testing Tools adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas pengujian perangkat lunak.

Alat pengujian otomatis memungkinkan pengembang untuk menguji aplikasi secara otomatis dan menyederhanakan proses pengujian.

Dengan alat pengujian otomatis, pengujian dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efisien, dan pengembang dapat fokus pada pengembangan aplikasi daripada tugas pengujian manual yang memakan waktu.

Alat pengujian otomatis menyediakan berbagai fitur, termasuk pengenalan objek, pengujian fungsional, pengujian kinerja, dan pengujian keamanan.

Alat pengujian otomatis juga dapat digunakan untuk menguji aplikasi pada berbagai platform, seperti desktop, web, dan seluler.

Dalam pengembangan perangkat lunak, penggunaan alat pengujian otomatis sangat dianjurkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas aplikasi yang dikembangkan.

Fungsi Automation testing tools

Berikut rincian fungsi penting dari alat pengujian otomatis adalah sebagai berikut:

1. Otomatisasi Pengujian

Alat pengujian otomatis dapat mengotomatisasi proses pengujian dan mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak secara manual.

Pengembang dapat menulis tes satu kali dan menggunakannya berkali-kali, yang mempercepat proses pengujian dan meningkatkan efisiensi.

2. Pengenalan Objek

Alat pengujian otomatis dapat mengenali objek dan elemen pada aplikasi, seperti tombol, kolom teks, dan kotak centang.

Dengan mengenali objek dan elemen ini, pengembang dapat mengotomatisasi tindakan pada objek ini dan memudahkan dalam membuat skenario pengujian.

3. Pengujian Fungsional

Alat pengujian otomatis dapat melakukan pengujian fungsional pada aplikasi, seperti pengujian tampilan, pengujian fungsionalitas, dan pengujian integrasi.

Baca Juga:  Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy J8 2018, Telah Gunakan Android Oreo

Pengembang dapat menulis skenario pengujian dan mengotomatisasi tindakan pada aplikasi untuk menguji fungsionalitas dan kinerja aplikasi secara otomatis.

4. Pengujian Kinerja

Alat pengujian otomatis dapat menguji kinerja aplikasi, seperti kecepatan respon, waktu muat, dan penggunaan memori.

Ini memungkinkan pengembang untuk menemukan masalah kinerja dan memperbaikinya sebelum aplikasi diluncurkan.

5. Pengujian Keamanan

Alat pengujian otomatis dapat menguji keamanan aplikasi dan mengidentifikasi masalah keamanan seperti bug dan kerentanan keamanan.

Ini membantu dalam mengurangi risiko kerentanan keamanan yang dapat mengancam integritas aplikasi.

6. Integrasi Mudah

Alat pengujian otomatis dapat diintegrasikan dengan alat pengembangan perangkat lunak lainnya, seperti alat manajemen proyek dan alat manajemen versi.

Ini memungkinkan pengembang untuk mengotomatisasi pengujian dalam alur kerja pengembangan mereka dan meningkatkan efisiensi dan kualitas produk yang dikembangkan.

Tools yang populer digunakan dalam automated testing

1. Selenium

Sumber: Perfecto.id

Selenium adalah salah satu Automated Testing Tools yang paling populer dan sering digunakan untuk mengotomatisasi pengujian aplikasi web.

Selenium terdiri dari sejumlah komponen yang dapat digunakan untuk menguji aplikasi web pada berbagai platform dan browser.

Selenium WebDriver adalah komponen utama dari Selenium, yang memungkinkan pengembang untuk mengotomatisasi pengujian pada berbagai browser dan platform.

Selenium WebDriver bekerja dengan mengirimkan perintah ke browser untuk mengontrolnya dan menguji aplikasi secara otomatis.

Selenium IDE (Integrated Development Environment) adalah alat pengujian otomatis berbasis browser yang digunakan untuk merekam dan memutar kembali tindakan pengguna pada aplikasi web.

Selenium IDE memungkinkan pengembang untuk merekam tindakan pengguna pada aplikasi web dan mengubahnya menjadi skenario pengujian yang dapat dijalankan ulang.

Selain itu, Selenium Grid adalah komponen lain dari Selenium yang memungkinkan pengembang untuk menjalankan skenario pengujian pada beberapa browser dan platform secara bersamaan.

Selenium Grid dapat digunakan untuk mengotomatisasi pengujian pada berbagai konfigurasi platform dan browser secara paralel, yang dapat mempercepat proses pengujian dan meningkatkan efisiensi.

Selenium dapat digunakan dengan berbagai bahasa pemrograman, seperti Java, Python, C #, dan lain-lain.

Ini memungkinkan pengembang untuk memilih bahasa yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan menulis skenario pengujian dengan bahasa yang dikuasai.

2. Appium

sumber: blog.knoldus.com

Appium adalah salah satu Automated Testing Tools open-source yang digunakan untuk menguji aplikasi mobile pada berbagai platform seperti Android dan iOS.

Baca Juga:  6 Alasan Pentingnya Digitalisasi Dalam Bisnis Dan Apa Saja Yang Wajib Diketahui

Appium memungkinkan pengembang untuk menulis skenario pengujian dan menjalankannya pada berbagai jenis perangkat mobile, tanpa memerlukan perubahan pada skenario pengujian.

Appium dapat digunakan dengan berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Python, Ruby, C #, dan lain-lain.

Ini memungkinkan pengembang untuk memilih bahasa yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan menulis skenario pengujian dengan bahasa yang dikuasai.

Appium berbasis pada WebDriver, yang memungkinkan pengembang untuk mengotomatisasi pengujian pada aplikasi mobile seperti halnya pada aplikasi web.

Appium bekerja dengan mengirimkan perintah ke aplikasi mobile yang sedang diuji melalui WebDriver, sehingga pengembang dapat menguji aplikasi mobile pada berbagai jenis perangkat dan platform.

Salah satu fitur unggulan dari Appium adalah kemampuannya untuk menguji aplikasi pada platform hybrid.

Platform hybrid adalah aplikasi mobile yang menggunakan teknologi web (HTML, CSS, dan JavaScript) untuk membuat aplikasi.

Dengan Appium, pengembang dapat mengotomatisasi pengujian pada aplikasi hybrid dan menjalankannya pada berbagai jenis perangkat mobile.

Selain itu, Appium juga menyediakan fitur lengkap untuk menguji aplikasi pada berbagai lingkungan uji, seperti uji regresi, uji integrasi, dan uji kinerja.

Appium juga mendukung penggunaan alat pengujian pihak ketiga, seperti JUnit dan TestNG, yang memudahkan pengembang dalam mengelola dan mengeksekusi skenario pengujian.

3. JUnit

Sumber: tossolution.com

JUnit adalah sebuah Automated Testing Tools yang digunakan untuk menguji aplikasi berbasis Java. JUnit merupakan salah satu framework pengujian unit paling populer di kalangan pengembang Java.

Framework ini memberikan alat yang berguna untuk menguji dan memvalidasi kode yang ditulis, sehingga membantu pengembang untuk memastikan bahwa kode yang dibuat berjalan dengan benar.

Dalam JUnit, pengujian dilakukan pada level unit, yang berarti bahwa setiap bagian dari kode diuji secara terpisah.

Pengujian unit memungkinkan pengembang untuk menguji setiap fungsi atau metode yang ada dalam kode, tanpa harus menguji keseluruhan aplikasi secara keseluruhan.

Hal ini memudahkan pengembang untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan bug lebih cepat dan lebih mudah.

JUnit menyediakan anotasi atau penanda yang digunakan untuk menandai fungsi atau metode yang akan diuji.

Dalam pengujian unit, pengembang menulis skenario pengujian yang menguji setiap fungsi atau metode yang diberi penanda.

JUnit menyediakan assert statement, yaitu pernyataan yang digunakan untuk memvalidasi hasil pengujian.

Pengembang dapat menggunakan assert statement untuk memastikan bahwa hasil yang dihasilkan oleh kode sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga:  Tips Cegah Bug Meltdown dan Spectre dari Symantec

Selain itu, JUnit juga menyediakan fitur-fitur lain yang membantu pengembang dalam pengujian, seperti pengujian parameter, pengujian berulang, pengujian berdasarkan waktu, dan lain-lain.

Dengan menggunakan fitur-fitur ini, pengembang dapat menguji berbagai kondisi dan kasus penggunaan kode secara otomatis.

4. TestComplete

Sumber : javascript.plainenglish

TestComplete adalah Automated Testing Tools yang digunakan untuk menguji aplikasi desktop, web, dan mobile.

TestComplete memungkinkan pengujian otomatis dengan melakukan simulasi aktivitas pengguna seperti mengklik, mengisi form, dan lain-lain.

TestComplete juga dapat merekam dan mereproduksi tes, sehingga memungkinkan pengembang untuk menguji aplikasi dengan mudah dan efisien.

Dalam TestComplete, pengujian dapat dilakukan dengan cara merekam penggunaan aplikasi, seperti mengklik tombol, memasukkan data, atau mengisi form.

Penggunaan aplikasi yang direkam kemudian dapat disimulasikan pada pengujian berikutnya, sehingga memungkinkan pengembang untuk menguji aplikasi secara otomatis.

TestComplete juga menyediakan fitur-fitur yang membantu pengembang dalam pengujian, seperti pembuatan skenario pengujian, pengujian A/B, pengujian berulang, pengujian beban, dan lain-lain.

Dengan menggunakan fitur-fitur ini, pengembang dapat menguji aplikasi dalam berbagai kondisi dan situasi, sehingga memastikan aplikasi dapat berjalan dengan baik dalam berbagai lingkungan.

5. Postman

Sumber : Postman.com

Postman adalah Automated Testing Tools yang digunakan untuk menguji dan memvalidasi API (Application Programming Interface).

Postman memungkinkan pengguna untuk mengirimkan permintaan API dan menerima respons dari API, serta menguji fungsionalitas API dengan skrip pengujian otomatis.

Postman menyediakan antarmuka pengguna yang mudah digunakan dan intuitif, sehingga memungkinkan pengguna untuk mengatur, menguji, dan memantau API dengan mudah.

Dalam Postman, pengguna dapat membuat permintaan API dengan metode HTTP yang berbeda, seperti GET, POST, PUT, dan DELETE.

Selain itu, Postman juga menyediakan fitur-fitur tambahan, seperti pengaturan header, autentikasi, dan validasi data.

Salah satu fitur yang membuat Postman sangat populer adalah kemampuan untuk membuat skrip pengujian otomatis.

Dalam skrip pengujian otomatis, pengguna dapat menentukan permintaan API dan respons yang diharapkan, serta menentukan tindakan selanjutnya berdasarkan respons yang diterima.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk menguji fungsionalitas API dengan cepat dan efisien.

Kesimpulan

Pemilihan alat pengujian otomatis harus bergantung pada aplikasi yang diuji, teknologi yang digunakan, dan persyaratan pengujian.

Alat-alat di atas adalah beberapa yang paling umum digunakan dalam industri dan terbukti efektif dalam menguji aplikasi perangkat lunak.

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi teknologi terbaru dan diskon menarik langsung di Email-mu

Ade Irsyad
Ade Irsyad
System Analyst dan Quality Assurance dalam pengembangan aplikasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat