Programming Roadmap: Menjadi Front-End Developer

DAFTAR ISI

Untuk menjadi front-end developer yang sukses, Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang HTML, CSS, dan JavaScript. Anda juga harus terbiasa dengan framework seperti React atau Angular dan library seperti jQuery.

Menjadi Frontend Web Developer

Jika Anda ingin menjadi pengembang web frontend, cukup jelas bahwa Anda harus mengetahui dasar-dasar HTML, CSS, dan JavaScript. Ini adalah tiga teknologi terpenting untuk membangun aplikasi web, dan ketiganya tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Ada lebih banyak hal untuk menjadi pengembang web daripada hanya mengetahui teknologi-teknologi ini. Anda juga harus mampu bekerja dengan berbagai alat dan kerangka kerja dan memiliki pemahaman yang baik tentang cara kerja web di bawah tenda. Tetapi jika Anda memulai, HTML, CSS, dan JavaScript adalah tiga hal yang harus Anda fokuskan terlebih dahulu.

HTML dan CSS

HTML dan CSS adalah blok bangunan dasar dari situs web apa pun. Kedua bahasa ini sangat penting untuk dipelajari oleh setiap pengembang web. Tanpa kedua bahasa ini, sebuah situs web akan menjadi sekumpulan teks dan gambar yang tidak terorganisir. Tetapi dengan HTML dan CSS, Anda dapat mengontrol tata letak, font, warna, dan tampilan keseluruhan situs Anda.

Jika Anda baru memulai, jangan khawatir tentang mempelajari semua tag dan properti yang berbeda. Fokuslah untuk mendapatkan pemahaman dasar tentang bagaimana kedua bahasa tersebut bekerja sama. Setelah Anda memahaminya, Anda dapat mulai bereksperimen dengan teknik yang lebih maju.

Baca Juga:  Cara Mengetahui dari Apa Suatu Website Dibuat

JavaScript

Pemrograman berorientasi objek memiliki empat pilar utama: abstraksi, enkapsulasi, polimorfisme, dan pewarisan. Setiap konsep mewakili cara berpikir dan pendekatan kode yang berbeda.

Abstraksi adalah proses menyembunyikan detail implementasi dari dunia luar. Tujuannya adalah untuk membuat kode lebih sederhana untuk dipahami dan dikerjakan dengan mengisolasi kompleksitasnya. Dalam banyak kasus, ini berarti membuat antarmuka yang hanya mengekspos fungsionalitas yang dibutuhkan oleh prinsip yang menggunakannya.

Enkapsulasi adalah proses menggabungkan data dan fungsionalitas menjadi satu kesatuan. Hal ini membantu mengurangi kompleksitas dengan menjaga kode yang terkait bersama-sama di satu tempat. Hal ini juga mempermudah penggunaan kembali kode karena semua bagian yang diperlukan sudah terkumpul dengan sendirinya.

Polimorfisme adalah kemampuan sebuah objek untuk mengambil bentuk yang berbeda tergantung pada konteks penggunaannya.

Pewarisan dan polimorfisme biasanya digunakan bersama untuk membuat sistem yang modular, dapat digunakan kembali, dan dapat diperluas (yaitu, kemampuan untuk menambahkan fungsionalitas baru).


TypeScript

TypeScript adalah superset JavaScript yang diketik yang dikompilasi ke JavaScript biasa. Itu berarti bahwa setiap kode JavaScript yang valid juga merupakan kode TypeScript yang valid. Tetapi TypeScript menambahkan beberapa fitur tambahan yang membuatnya lebih kuat daripada JavaScript. Misalnya, TypeScript mendukung kelas dan modul, yang membantu mengatur kode dengan lebih baik. Dan karena TypeScript diketik secara statis, TypeScript dapat menangkap kesalahan pada waktu kompilasi alih-alih runtime.

Baca Juga:  Mengenal Array

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi teknologi terbaru dan diskon menarik langsung di Email-mu

Arman Amin
Arman Amin
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat