Di tengah gempuran iklan digital yang semakin Sering diabaikan, para pemasar dituntut untuk mencari cara yang lebih cerdas dan halus untuk menjangkau audiens.
Salah satu strategi paling efektif yang kembali naik daun di era digital adalah product placement.
Ini adalah seni menempatkan produk atau merek secara alami ke dalam konten hiburan, seperti film, serial TV, hingga video YouTube.
Berbeda dengan iklan tradisional yang seringkali menginterupsi, product placement bekerja dengan cara yang lebih organik.
Sebuah riset dari JJMR bahkan menunjukkan bahwa 57,5% audiens lebih mudah mengenali sebuah merek ketika produknya ditempatkan secara strategis dalam sebuah acara TV atau media lainnya.
Ketika dilakukan dengan benar, strategi ini tidak hanya meningkatkan brand recognition tetapi juga membangun asosiasi positif tanpa terasa seperti sedang “dijuali”.
Apa Itu Product Placement
Secara sederhana, product placement adalah sebuah teknik periklanan di mana produk, layanan, atau merek ditampilkan secara sengaja dalam sebuah produksi konten (film, serial, video game, buku) untuk menarik perhatian audiens baru.
Dalam praktiknya, ini adalah bentuk soft selling modern yang bertujuan untuk memperkenalkan produk dengan cara yang tidak memaksa.
Sebagai imbalan atas penempatan produk tersebut, merek biasanya membayar pihak produser dengan uang tunai, produk, atau kesepakatan promosi lainnya.
Kunci keberhasilannya terletak pada relevansi, jika penempatan produk terasa natural dan menyatu dengan alur cerita, konsumen akan lebih mudah menerima pesan yang disampaikan.
Strategi Product Placement yang Efektif
Untuk memastikan product placement memberikan hasil yang optimal, diperlukan perencanaan yang matang. Ini bukan sekadar meletakkan produk di depan kamera.
Berikut adalah 7 strategi yang bisa diterapkan:
1. Sesuaikan Produk dengan Konteks Cerita
Relevansi adalah raja. Penempatan produk harus terasa alami dan sesuai dengan adegan atau karakter.
Misalnya, menampilkan laptop canggih di meja seorang CEO perusahaan teknologi akan terasa pas, atau minuman energi di tangan seorang atlet yang sedang berlatih.
2. Kolaborasi dengan Kreator Konten yang Tepat
Di era digital, product placement tidak terbatas pada film layar lebar. Bekerja sama dengan YouTuber, TikToker, atau selebgram yang memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar Anda bisa sangat efektif.
Mereka dapat mengintegrasikan produk ke dalam konten mereka secara otentik.
3. Integrasikan Produk ke dalam Momen Emosional
Cerita yang menyentuh emosi akan lebih mudah diingat.
Ketika produk Anda menjadi bagian dari momen penting baik itu adegan bahagia, sedih, atau menegangkan, produk tersebut akan ikut terpatri dalam ingatan audiens, menciptakan ikatan emosional yang kuat.
4. Pastikan Penempatan Tidak Mengganggu Alur Cerita
Kesalahan terbesar dalam product placement adalah membuatnya terlalu menonjol hingga mengganggu pengalaman menonton.
Produk seharusnya menjadi elemen pendukung adegan, bukan pusat perhatian. Penempatan yang halus jauh lebih dihargai oleh audiens.
5. Manfaatkan Pendekatan Multi-Platform
Jangan hanya terpaku pada satu media. Sebuah product placement yang sukses dalam sebuah serial populer bisa diperkuat dengan kampanye di media sosial, di mana audiens bisa berdiskusi tentang produk yang mereka lihat.
6. Kaitkan dengan Tren yang Sedang Populer
Mengintegrasikan produk dengan tren yang sedang viral dapat mempercepat jangkauan pesan.
Namun, pastikan tren tersebut selaras dengan citra merek Anda agar tidak menjadi bumerang.
7. Ukur Dampak dan Lakukan Evaluasi
Efektivitas product placement bisa diukur. Pantau metrik seperti peningkatan pencarian nama merek di Google, lonjakan mentions di media sosial, atau bahkan peningkatan penjualan setelah konten tersebut dirilis.
Contoh dan Jenis-Jenis Product Placement
Untuk lebih memahaminya, mari kita lihat beberapa contoh product placement yang dibagi menjadi tiga jenis utama:
Screen Placement
Ini adalah jenis yang paling umum, di mana produk terlihat secara visual di latar depan atau latar belakang adegan.
Produk tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi mendapatkan waktu tayang yang cukup. Contoh: Kaleng Coca-Cola yang sering muncul di atas meja dalam serial “Stranger Things”.
Script Placement
Dalam jenis ini, produk atau merek disebutkan secara verbal oleh karakter dalam dialog atau monolog.
Contoh: Karakter Marty McFly dalam film “Back to The Future” yang berulang kali meminta minuman Pepsi.
Plot Placement
Ini adalah level tertinggi dari product placement, di mana produk menjadi bagian integral dari cerita atau identitas karakter.
Contoh: Mobil sport Aston Martin yang tidak terpisahkan dari karakter James Bond selama beberapa dekade. Mobil tersebut bukan hanya properti, tetapi bagian dari citra sang mata-mata.
Wujudkan Strategi Pemasaran Bersama Infanthree
Merancang dan mengeksekusi strategi product placement yang efektif membutuhkan jaringan yang luas, negosiasi yang cermat, dan pemahaman mendalam tentang audiens.
Proses ini bisa menjadi rumit. Untuk memastikan merek Anda mendapatkan eksposur yang tepat tanpa terasa memaksa, Anda memerlukan mitra yang andal.
Infanthree hadir sebagai jasa digital marketing terpercaya yang siap membantu Anda mengintegrasikan merek Anda ke dalam berbagai platform digital secara strategis.
Tim kami akan membantu Anda menemukan peluang, merancang kampanye, dan mengukur hasilnya untuk dampak maksimal.
Penutup
Pada akhirnya, product placement menawarkan alternatif yang kuat dari periklanan konvensional.
Ketika dieksekusi dengan baik, strategi ini tidak hanya meningkatkan visibilitas dan kesadaran merek, tetapi juga membangun kredibilitas dan hubungan emosional dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh iklan biasa.
Di dunia di mana audiens semakin kebal terhadap iklan, bercerita melalui penempatan produk yang cerdas adalah kunci untuk memenangkan hati dan pikiran mereka.