Hacker Rampok Rp2.3 Triliun Tahun Lalu

DAFTAR ISI

Berita dengan judul ” Hacker Rampok Rp2.3 Triliun Tahun Lalu” ini bisa Kamu lihat disini, dan masih banyak berita teknologi terupdate lainnya.

hacker rampok rp2 3 triliun tahun lalu Hacker Rampok Rp2.3 Triliun Tahun Lalu
Ilustrasi pelaku serangan cyber.

Norton by Symantec melaporkan laporan Norton Cyber Security Insights 2017 yang mengatakan hacker mencuri uang seharga USD 172 miliar atau Rp 2.390 triliun dari 978 juta konsumen di 20 negara.

Hal tersebut dikarenakan perilaku pemakai Internet merasa yakin aman saat beraktivitas online.

“Para pemakai tidak mempunyai pengetahuan mendasar soal dasar keamanan cyber. Para korban cenderung memakai kata sandi yang sama untuk beberapa akun atau membagikan kata sandi itu dengan orang lain,” tulis Norton by Symantec.

Disamping itu, ada 39 persen korban yang asalnya dari kejahatan cyber global dan 33 persen yakin bahwa mereka mempunyai risiko yang kecil untuk jadi korban kejahatan cyber.

Pada 2017, pasar ransomware justru berubah dengan lebih sedikit jenis ransomware dan permintaan tebusan yang lebih rendah. Sedangkan, ancaman cyber di ranah mobile meningkat tajam bahkan ada 24.000 aplikasi mobile berisiko diblokir tiap hari di tahun lalu.

Norton by Symantec juga mengklaim, kejahatan cyber bermotif finansial masih selalu terjadi di Indonesia dengan motif berupa ransomware, penipuan bank, dan serangan spear phishing di industri jasa keuangan.

“Tindakan konsumen mengatakan suatu kejanggalan yang berbahaya: Walaupun terjadi gelombang rentetan kejahatan cyber yang stabil yang dilaporkan oleh media, terlalu banyak orang kelihatannya merasa kebal dan tidak mengambil tindakan pencegahan dasar untuk melindungi pribadi mereka sendiri,” kata Chee Choon Hong, Director, Asia Consumer Business, Symantec.

Baca Juga:  Contoh Arrow Function Expression Javascript

Laporan itu mengatakan sebanyak 40 persen pemakai memakai ID sidik jari, 34 persen memakai pencocokan pola, 23 persen memakai VPN pribadi, 10 persen memakai ID suara, 18 persen memakai otentikasi dua faktor, dan 15 persen memakai pengenalan wajah.

“Pelanggan yang mengadopsi teknologi-teknologi sering memakai password yang lemah dan jadi korban kejahatan cyber.

 

Demikianlah kabar mengenai ” Hacker Rampok Rp2.3 Triliun Tahun Lalu “.Walaupun Kamu sudah selesai membaca artikel ini, Kami menganjurkan untuk membaca artikel aslinya secara mendalam.

Silahkan ke website officialnya dengan searching di google dengan judul ” Hacker Rampok Rp2.3 Triliun Tahun Lalu ” untuk melihat berita aslinya agar tidak terjadi perbedaan makna informasi
Sumber: grid id

Ebook Gratis!!

Subscribe untuk dapatkan e-book GRATIS dan informasi teknologi terbaru dan diskon menarik langsung di Email-mu

Programmer Indonesia
Programmer Indonesia
Admin yang mengelola konten khusus berita. Kalau ada yang ingin diinfokan langsung chat aja ya :D
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat