Penyebab Bisnis Drone GoPro Tidak berhasil Bersaing dengan DJI

Penyebab Bisnis Drone GoPro Tidak berhasil Bersaing dengan DJI

Informasi yang berjudul ” Penyebab Bisnis Drone GoPro Tidak berhasil Bersaing dengan DJI c” ini bisa Kamu lihat disini, dan masih banyak berita teknologi paling baru lainnya. Namun harus Kamu ketahui bahwa berita ini berasal dari website eksternal. Silahkan Kamu langsung kunjungi situs resminya dengan melakukan pencarian di search engine dengan judul yang sama

Nick Woodman (CEO, GoPro) memamerkan drone Karma dalam acara launching.

GoPro secara resmi mengibarkan bendera putih dari persaingan industri drone yang amat kompetitif. GoPro tidak berdaya melawan serangan penguasa pasar drone yaitu DJI asal Tiongkok.

GoPro mengakui produk drone unggulannya Karma tidak sukses bersaing di pasar dan tidak dapat memberikan keuntungan terhadap perusahaan. Sebab itu, GoPro menghentikan penjualan drone Karma namun tetap memberikan pelayanan dan bantuan kepada konsumen terkait Karma.

Padahal, drone GoPro Karma berhasil menduduki posisi kedua dalam pasar drone di kelasnya. GoPro mejual Karma pada Oktober 2016 dengan banderol USD799 atau sekitar Rp10,7 Juta seperti dikutip The Verge.

Parahnya lagi, saham GoPro pun jatuh sampai 30 persen saat GoPro mengumumkan mundur dari persaingan industri drone.

Persoalan lainnya, GoPro ikut mengkritisi regulasi pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa yang kurang bersahabat sehingga bisa mengurangi pasar pada beberapa tahun ke depan.

Disamping itu, GoPro juga melakukan recall terhadap 2.500 unit Karma pada November 2016 sebab kerusakan yang membuat drone itu kehilangan sumber daya. Aksi recall itu membuat GoPro rugi seharga USD 373 Juta atau sekitar Rp5 Triliun.

dampaknya, para kritikus pun menilai GoPro sulit menandingi DJI untuk urusan produk drone. Kebijakan akhir, GoPro melakukan PHK ratusan karyawannya dan GoPro berencana menjual dirinya terhadap perusahaan lain yang tertarik.

“Bila ada kemungkinan bagi kami untuk bersatu dengan perusahaan yang lebih besar, maka itu akan jadi perhatian utama kami dalam meningkatkan skala jangkauan GoPro,” kata Nick Woodman (CEO GoPro).

Pendapatan GoPro relatif jauh dari harapan. Pada triwulan IV 2017, GoPro cuma mampu mendulang USD340 Juta atau sekitar Rp4,5 Triliun. Jauh dari target pada awal sebesar USD470 Juta atau sekitar Rp6,3 Triliun.

Inilah artikel terkait ” Penyebab Bisnis Drone GoPro Tidak berhasil Bersaing dengan DJI “.Walaupun Kamu sudah selesai membaca berita ini, Kami menganjurkan untuk membaca berita aslinya secara mendalam.

Silahkan kunjungi situs officialnya dengan searching di google dengan judul ” Penyebab Bisnis Drone GoPro Tidak berhasil Bersaing dengan DJI ” untuk membaca artikel aslinya agar tidak terjadi perbedaan makna informasi


Butuh jasa pembuatan website di Makassar? kontak kami. Jasa Pembuatan Aplikasi Android, Jasa SEO dan SEM, SMM, Internet Marketing Agency, Social Media Strategist Makassar, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik bisa kami lakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *