Penjelasan Perulangan For di PHP

tutorial belajar PHP untuk pemula

Dalam tutorial sebelumnya, kita sudah mendiskusikan struktur logika IF dan struktur Switch yang dipakai untuk percabangan program PHP. Pada beberapa tutorial kedepan, kita akan membicarakan mengenai struktur perulangan atau dikenal pula dengan istilah loop. Untuk struktur perulangan pertama yang kita bahas ialah Pengertian dan Cara Penulisan Perulangan For dalam PHP.

Pengertian Struktur Perulangan For di PHP

Struktur perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut dengan loop) ialah arahan program yang bertujuan untuk mengulang beberapa baris perintah. Dalam merancang perulangan kode program, kita setidaknya perlu memahami 3 komponen, yaitu keadaan awal dari perulangan, perintah program yang akan diulang, serta keadaan akhir dimana perulangan akan berhenti.

Di dalam bahasa pemograman, terdapat sejumlah jenis arahan perulangan, salah satunya: struktur perulangan FOR.

Sebagai contoh sederhana untuk perulangan for, saya akan membuat program PHP untuk menampilkan 10 baris kalimat “Saya sedang belajar PHP”. Berikut ialah kode program yang dipakai:

<?php
for ($i= 1; $i <= 10; $i++)
?>

Bila kamu menjalankan perintah itu, maka di web browser akan tampil sebanyak 10 kalimat. Kemampuan bahasa pemograman untuk melakukan perulangan ini amat praktis bila yang kita harapkan ialah mengulang beberapa perintah yang sama sebanyak beberapa kali.

Cara Penulisan Struktur Perulangan For pada PHP

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, untuk keadaan perulangan for, kita setidaknya memerlukan 3 keadaan, adalah di keadaan awal perulangan, keadaan di saat perulangan, dan keadaan yang perlu dipenuhi supaya perulangan berhenti.

Penulisan dasar format perulangan for PHP yaitu sebagai berikut:

for (start; condition; increment) 
  • Start ialah keadaan di saat awal perulangan. Pada umumnya keadaan awal ini dipakai untuk membuat dan memberikan nilai kepada variabel counter yang dipakai untuk mengendalikan perulangan. Misalnya, kita akan membuat variabel counter $i, jadi untuk keadaan start ini, kita juga perlu memberikan nilai awal untuk variabel $i, contohnya dengan 1, maka $i=1.
  • Condition ialah keadaan yang perlu dipenuhi supaya perulangan dijalankan. Selama keadaan ini terpenuhi, maka PHP akan terus melakukan perulangan. Pada umumnya variabel counter dipakai untuk mengatur akhir perulangan. Misalnya kita mau menghentikan perulangan bila variabel $i sudah mencapai nilai 20, maka di bagian condition ini kita membuat perintah $i<=20, yang artinya selama nilai $i kurang atau sama dengan 20, terus lakukan perulangan.
  • Increment ialah bagian yang dipakai untuk memproses variabel counter supaya bisa memenuhi keadaan akhir perulangan. Pada umumnya, di bagian inilah kita akan membuat keadaan dari variabel counter.
  • Statement ialah bagian kode program yang akan diproses secara terus-menerus selama proses perulangan berlangsung. Untuk statement ini, kita membuat blok program di antara tanda kurung kurawal () sebagai penanda bahwa bagian di dalam kurung kurawal inilah yang akan dikenai proses perulangan.

Sebagai contoh, kita akan membuat perulangan untuk menampilkan angka 1-15 kedalam web browser, berikut kode PHP yang dipakai:

<?php
for ($i= 1; $i <= 15; $i++)
?>

Bila kamu menjalankan kode itu, maka di dalam web browser akan tampil urutan angka dari 1 hingga 15.

Sebagai keadaan awal dari perulangan itu ialah $i= 1, dimana saya memberikan nilai 1 kepada variabel $i. Variabel $i inilah yang akan jadi counter atau penghitung dari perulangan for.

Untuk keadaan akhir, saya membuat $i <= 15, jadi selama variabel $i bernilai kurang atau sama dengan 15, maka perulangan akan terus dijalankan.

Sebagai increment, saya membuat $i++, dimana arahan ini sama dengan $i=$i+1. arahan ini akan dijalankan pada setiap perulangan, sehingga dengan kata lain, setiap proses perulangan, $i akan meningkat 1 angka.

Selain berguna sebagai counter, variabel $i juga bisa dipakai pada proses perulangan, sehingga dengan membikin perintah echo $i, maka dalam setiap perulangan, kita dapat menampilkan nilai $i di saat itu.

Sebagai contoh lain, saya mau membuat perulangan untuk menampilkan angka 0-100, tetapi untuk kelipatan 5, seperti: 0.5.10..dst, hingga 100.

Berikut ialah contoh kode PHPnya:

<?php
for ($i= 0; $i <= 100; $i=$i+5)

Perbedaan penulisan struktur for diatas dibandingkan contoh sebelumnya ialah di bagian increment, dimana saya membuat keadaan increment yang menaik sebanyak 5 angka setiap perulangannya ($i=$i+5). Sehingga variabel counter, $i akan meningkat sebanyak 5 pada setiap perulangan.

Kita juga dapat membuat perluangan dengan keadaan mundur, seperti contoh kode PHP berikut ini:

<?php
for ($i= 20; $i >= 1; $i--)

Di dalam kode itu, saya memulai nilai awal dari angka $i= 20, membuat perulangan selama $i >= 1, dan pada setiap perulangan, nilai $i akan dikurangi 1 angka ($i–). Dengan keadaan itu, maka variabel counter $i akan dikurangi 1 pada setiap perulangan.

Pengertian Infinity Loop

Saat membuat keadaan akhir dari perluangan for, kita perlu memperhatikan kapan keadaan akhir itu dipenuhi. Bila keadaan akhir belum pernah terpenuhi, maka perulangan akan berlangsung selamanya. Hal ini terkenal dengan infinity loop.

Seperti yang terjadi untuk kode seperti berikut ini:

<?php
for ($i= 20; $i >= 1; $i++)

Bila kamu menjalankan kode itu, proses perulangan akan berlangsung terus menerus, sehingga untuk menghentikannya kita perlu menutup paksa web browser.

Kesalahan dari struktur for itu ialah pada keadaan akhir dari perulangan, dimana saya membuat $i >= 1, sehingga saat nilai awal variabel counter $1 ialah 20, dan dalam tiap perulangan $i ditambah 1, maka nilai $i akan sering lebih besar dari 1, sehingga keadaan akhir tak akan pernah terpenuhi, dan $i >= 1 akan sering betul.

Infinity loop ini kadang dibutuhkan untuk kasus-kasus tertentu. Tetapi sebagian besar kita akan menghindari perulangan jenis ini.

Pengertian Nested Loop (Perulangan Bersarang)

Selain infinity loop, terdapat istilah lainnya yang biasa dipakai pada proses perulangan, yaitu nested loop, atau terjemahan bebasnya: perulangan bersarang.

Nested loop ialah istilah pemograman yang artinya membuat perulangan di dalam perulangan. Perhatikan contoh program berikut:

<?php
for ($i=0; $i <10; $i++)

Pada contoh program diatas, saya membuat perulangan di dalam perulangan. Counter $j dipakai untuk perulangan dalam (inner loop), dan counter $i dipakai di dalam perulangan luar (outer loop).

Nested loop ini pada umumnya dipakai dalam program yang memerlukan pengaksesan kompleks, seperti array 2 atau 3 dimensi.

Cara Alternatif Penulisan Perulangan For dalam PHP

Sama seperti struktur if, PHP juga mempunyai alternatif perulangan tanpa memakai tanda kurung kurawal sebagai penanda blok program, dan menggantinya dengan endfor.

Berikut ialah contoh perulangan for dengan endfor:

<?php
for ($i= 1; $i <= 15; $i++) :
echo $i;
echo "<br />";
endfor;
?>

Perbedaan dengan penulisan for dengan kurung kurawal ialah penanda awal blok yang memakai tanda titik dua (:) dan di akhir blok dengan perintah endfor.

Arahan for yang sudah kita pelajari dalam tutorial PHP ini memerlukan syarat yaitu kita sudah mengetahui berapa kali perulangan akan dilakukan terhadap saat penulisan program. Untuk keadaan dimana kita tidak dapat menentukan berapa banyak proses perulangan yang terjadi, maka PHP menyediakan struktur perulangan while.

Untuk lebih jauh akan kita bahas pada tutorial belajar PHP selanjutnya: Pengertian dan Cara Penulisan Perulangan While dalam PHP.


Butuh Web Developer Makassar atau Jasa SEO di Makassar yang bergaransi? Jangan ragu dengan infanthree.com. Kami juga penyedia Jasa Pembuatan Aplikasi Android di Makassar yang terkemuka. Selain itu ada layanan SEM, SMM, Internet Marketing Agency Makassar dan Social Media, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik, hingga pelatihan komputer dan internet marketing.

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *