Menkominfo: Tidak Ada Kebocoran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar

Menkominfo: Tidak Ada Kebocoran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar

Informasi dengan judul ” Menkominfo: Tidak Ada Kebocoran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar” berikut bisa Kamu baca disini, dan masih banyak berita teknologi ter-baru lainnya.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) menegaskan tak ada kebocoran data pelanggan kartu SIM prabayar dan pemerintah tidak membocorkan data pelanggan seluler yang melakukan registrasi kartu SIM prabayar.

“Registrasi prabayar ini Kominfo itu tidak data satu pun pelanggan yang bocor, ingin bocor apanya?. Bila ban, bocor itu ada anginnya, Ini tidak ada anginnya di Kominfo. Jadi, apa yang bocornya,” katanya di Gedung Perpustakaan Nasional.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum pernah memegang data masyarakat sebab data-data kependudukan cuma ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai lembaga yang berwenang. Operator telekomunikasi pun tidak menghimpun data NIK dan KK, tetapi cuma menerima informasi dari Dukcapil terkait validitas identitas pelanggan kartu SIM prabayar.

“Mungkin ini usahakan kita terus sosialisasikan. Tak ada kebocoran data. Bocornya di mana?,” ungkap laki-laki yang disapa Chief RA ini.

Rudiantara menjelaskan seluruh data pemakai kartu Prabayar sekarang ini ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Dia mengeluhkan proses administrasi yang memakai database di Dukcapil belum pernah menuai keributan namun beda dengan registrasi prabayar.

“Mendaftar BPJS, buat rekening bank, itu sekarang konfirmasi gunakan Dukcapil. Itu sebelum registrasi prabayar ada dan tidak ada yang ribut,” katanya.

Rudiantara pun menepis isu yang tersebar di social media bahwa pemerintah memberikan data pemakai ke otoritas Tiongkok, menjelang pemilihan presiden 2019.

“Sekarang banyak di medsos dikatakan saya ditekan intelijen Tiongkok untuk menyediakan 70 juta data dalam rangka Pilpres. Ada-ada saja orang. Okelah, ini melatih kesabaran,” kata Rudiantara.

“Namun bila telah kelewatan, akan saya bawa ke ranah hukum. Sebab melibatkan (kredibilitas) pemerintah juga,” lanjutnya.

Sebelumnya, akun Twitter dengan nama @PartaiHulk mengungkapkan, “Menkominfo Rudiantara dipaksa intelijen China untuk bocorkan minimal 70 juta data KK dan NIK yang cocok | Rudiantara dipaksa kejar target paling lambat akhir Mei tahun ini untuk produksi jutaan KTP di Beijing atas instruksi Xi Jin Ping untuk pemenangan Jokowi | *infovalid,” kata @PartaiHulk.

Rudiantara melalui akun Twitter personalnya @Rudiantara_id membalas kicauan itu. Dia mengungkapkan informasi palsu dari akun @PartaiHulk berpotensi melanggar UU ITE. “Slmt pagi. Tweet @PartaiHulk ini mengandung fitnah yg sangat keji & tidak berdasar. Yg disampaikan ybs tidak betul dan bisa diduga sbg perbuatan yg dilarang UU ITE. Mari selalu tabayyun, hindari fitnah berjamaah. Jangan sampai fitnah/hoax banyak disebar di medsos. Salam, ra,” tulisnya.

“Iya saya balas sendiri. Pemerintah itu sering melakukan pendekatan sebisa mungkin soft approach. Bukan main represif saja. Kita lihat responsnya apa sesudah ini. Kita baik-baik ingetin. Twit saya sopan kan?” katanya.

Itulah artikel mengenai ” Menkominfo: Tidak Ada Kebocoran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar “.Meskipun Kamu sudah selesai membaca artikel ini, Kami mengusulkan untuk membaca berita aslinya secara keseluruhan.

Silahkan kunjungi website officialnya dengan melakukan pencarian di search engine dengan judul ” Menkominfo: Tidak Ada Kebocoran Data Registrasi Kartu SIM Prabayar ” untuk melihat artikel oroginalnya agar tidak terjadi perbedaan makna informasi
Sumber: grid id


Butuh jasa pembuatan website di Makassar? kontak kami. Jasa Pembuatan Aplikasi Android, Jasa SEO dan SEM, SMM, Internet Marketing Agency, Social Media Strategist Makassar, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik bisa kami lakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *