Framework PHP Terbaik 2018

tutorial belajar PHP untuk pemula

Seperti hasil survey yang didakan di tahun lalu, Laravel tetap jadi framework PHP paling populer di 2018, kemudian disertai dengan Symfony 2, dan (yang cukup mengagetkan) Nette. Code Igniter dan Yii 2 berada di posisi ke 4 dan ke 5 (saling bertukar tempat untuk framework di tempat kerja dan framework proyek pribadi).

Tetapi banyak pula yang mengkritik hasil survey diatas, sebab membedakan beberapa versi framework. Sebagai contoh, Yii 1 dan Yii 2 dipecah jadi 2 pilihan, sehingga jika digabungkan, hasilnya dapat membuat Yii Framework berada di tempat ke-3.

Selain hasil secara global, survey juga menanyakan dari negara, dan berikut hasilnya:

Country Total Votes Work Favorite Votes Personal Favorite Votes
United States 819 Laravel 219 Laravel 293
Czech Republic 770 Nette 611 Nette 639
United Kingdom 496 Laravel 138 Laravel 166
Germany 428 Symfony2 76 Laravel 100
France 343 Symfony2 149 Symfony2 136
Brazil 305 Laravel 100 Laravel 111
India 287 Laravel 62 Laravel 77
Ukraine 263 PHPixie 66 PHPixie 67
Indonesia 242 CodeIgniter 77 Laravel 64
Russian Federation 235 Yii 2 53 Yii 2 72
Poland 216 Symfony2 52 Symfony2 46
Netherlands 209 Laravel 64 Laravel 84
Romania 183 Symfony2 49 Symfony2 48
Canada 138 Laravel 40 Laravel 52
Spain 131 Symfony2 47 Symfony2 43
Vietnam 112 Laravel 34 Laravel 43

Yang cukup unik, voter dari Indonesia juga tergolong 10 besar yang ikut dalam survey. Dan seperti yang tampak, Code Igniter jadi Framework PHP no 1 yang dipakai di tempat kerja, sedangkan Laravel jadi paling favorit untuk proyek pribadi.

Dari hasil diatas, setidaknya kita dapat melihat beberapa framework PHP yang populer sekarang ini, yaitu: Laravel, Symfony, Yii, Code Igniter, Zend Framework, dan Nette.

Laravel

Laravel termasuk framework PHP yang ‘relatif’ baru, dirilis pertama kali di juni 2011 oleh Taylor Otwell. Semenjak kemunculannya, Laravel langsung ‘meroket’ jadi salah satu framework PHP paling populer. Perkembangannya juga amat cepat, sekarang ini Laravel telah mencapai versi 5.

Salah satu hal yang cukup revolusioner dari Laravel ialah konsep modular-nya. Ketimbang membuat sebuah modul dari awal, Laravel banyak memakai modul ‘lepas’. Bahkan beberapa modulnya asalnya dari Symfony. Hal inilah yang membuat Laravel lebih cepat berkembang dan dapat mengadopsi berbagai fitur paling baru.

Symfony

Framework PHP: Symfony mulai dikembangkan semenjak tahun 2005. Sampai saat artikel ini ditulis, versi terakhir Symfony ialah versi 2.6. Symfony dikembangkan oleh SensioLabs, sebuah perusahaan web development Prancis. Sebab hal inilah bila kamu melihat hasil survey, programmer asal prancis banyak memilih memakai Symfony.

Symfony ‘relatif’ lebih matang ketimbang Laravel sebab sudah lama dikembangkan dan didukung ribuan programmer, oleh karena itu pula Laravel memakai beberapa modul Symfony. Terdapat berbagai situs populer yang memakai symfony, seperti dailymotion dan delicious.

Yii Framework

Yii Framework ialah framework PHP yang dilansir pertama kali di akhir 2008. Sebab telah cukup lama, buku-buku yang mendiskusikan Yii juga telah banyak beredar. Di akhir tahun 2014, Yii merilis versi 2 sebagai update dari versi 1.

Seperti yang tampak dari hasil survey, Yii termasuk kedalam 5 besar framework PHP paling populer sekarang ini.

Code Igniter

Code Igniter (atau sering disingkat sebagai CI) adalah salah satu framework PHP yang cukup ‘legendaris’, utamanya pada Indonesia. Dibandingkan dengan framework lainnya, buku berbahasa indonesia yang mendiskusikan Code Igniter cukup banyak. Oleh sebab itu tidak heran dari hasil survey diatas, programmer dari Indonesia menempatkan CI sebagai framework paling populer.

Code Igniter dirilis pertama kali sekitar tahun 2006 oleh EllisLab, sebuah perusahaan web developer asal Oregon, Amerika Serikat. Dalam perkembangannya, CI sempat ‘stagnan’ dan terancam tidak dikembangkan lagi. Tepatnya sekitar bulan Juli 2013, EllisLab mulai mencari pihak lain untuk melanjutkan pengembangan CI. Inilah yang membuat popularitas CI terus berkurang pada beberapa tahun belakangan.

Untungnya di bulan October 2014, British Columbia Institute of Technology (BCIT), sebuah universitas asal Kanada secara resmi mengambil alih pengembangan framework Code Igniter.

Segera sesudah beralih kepemilikan, BCIT langsung membuat perubahan ke dalam CI, dan melanjutkan pengembangannya. Sekarang ini CI sudah masuk kedalam beta version Code Igniter versi 3. Beberapa bulan lagi kemungkinan besar Code Igniter 3 akan langsung dirilis.

Zend Framework

Meskipun tidak masuk dalam 5 besar hasil survey framework paling populer 2018, nama besar Zend Framework masih amat layak diperhitungkan. Zend Framework dikembangkan oleh perusahaan Zend Technologies yang didirikan oleh 2 orang dari 3 pengembang PHP: Zeev Suraski dan Andi Gutmans. Nama “zend” sendiri asalnya dari singkatan 2 programmer ini: Zeev dan Andi.

Sekarang ini versi terakhir dari Zend Framework ialah versi 3.

Nette

Nette Framework ialah nama yang relatif ‘asing’ bagi sebagian besar programmer PHP. Namun, framework ini berhasil masuk ke dalam 3 besar PHP Framework terbaik 2018 yang diadakan sitepoint.

Dari data diatas, framework ini merupakan favorit programmer dari republik ceko (negara pengisi survey paling banyak no.2). Hal ini tidak mengherankan, sebab Nette Framework dikembangkan oleh Nette Foundation yang berbasis di negara yang sama.

Memilih Framework PHP 2018

Jadi, framework PHP apa yang disarankan dipakai? jawaban politisnya: bergantung kebutuhan kamu 🙂 Memakai framework apapun selama hal tersebut membuat proyek selesai dan sukses, ialah framework terbaik. Selain nama-nama yang diabahas, masih banyak framework PHP yang layak diperhitungkan, seperti CakePHP, Phalcon, PHPixie, Slim, Sylex, Kohana, Typo 3, dll.

Saya pribadi baru mencoba 2 framework: Laravel dan Code Igniter. Framework lainnya seperti Symfony, Yii, dan Zend tidak pernah saya pakai, sehingga saya tidak dapat memberikan komentar.

Laravel ialah framework paling populer dan (seperti hasil survey) ialah framework PHP terbaik sekarang ini. Bila kamu mau menginvestasikan waktu dan tenaga untuk menambah ‘keahlian’ PHP, dapat mulai mempelajari framework ini.

Tetapi bila kamu baru pertama kali mengenal framework PHP, menurut pendapat saya Laravel sedikit sulit dipelajari. Terutama sebab modul-modulnya yang saling terpisah (yang memang jadi kekuatan Laravel). Kamu perlu memakai aplikasi package manager PHP seperti composer untuk bisa menginstall Laravel. Disamping itu, beberapa perintah Laravel juga perlu diketik memakai cmd/console.

Bila kamu bisa menguasai konsep-konsep diatas, tak ada yang dapat menghentikan kamu jadi PHP artisan 🙂

Code Igniter ialah framework PHP yang pertama kali saya pelajari (sekitar tahun 2008-an). Buku-buku yang mendiskusikan CI juga cukup mudah didapati. Disamping itu, cara pemakaian dan instalasi yang gampang membuat CI cocok dipelajari buat yang baru pertama kali mengenal PHP framework. Kita cukup mendownload file masternya, taruh di htdocs, ubah sedikit konfigurasi, dan CI telah siap dipakai.

Kesimpulan

Bila kamu ialah pendatang baru di framework PHP, saya mengusulkan untuk mencoba Code Igniter, sebab relatif lebih gampang dipelajari. Namun bila kamu telah pernah ‘mencicipi’ framework PHP sebelumnya, atau siap untuk ‘tantangan’ baru, silahkan pilih Laravel, Framework PHP terbaik 2018


Butuh Web Developer Makassar atau Jasa SEO di Makassar yang bergaransi? Jangan ragu dengan infanthree.com. Kami juga penyedia Jasa Pembuatan Aplikasi Android di Makassar yang terkemuka. Selain itu ada layanan SEM, SMM, Internet Marketing Agency Makassar dan Social Media, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik, hingga pelatihan komputer dan internet marketing.

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *