Alasan Microsoft Belum Berani Bangun Data Center di Indonesia

Alasan Microsoft Belum Berani Bangun Data Center di Indonesia

Berita yang berjudul ” Alasan Microsoft Belum Berani Bangun Data Center di Indonesia c” berikut bisa Kamu lihat disini, dan masih banyak berita teknologi ter-baru lainnya. Tetapi harus Kamu ketahui bahwa informasi ini berasal dari situs luar. Silahkan Kamu langsung ke situs resminya dengan searching pada mesin pencari dengan judul yang sama

Sekarang ini Microsoft tidak mempunyai niat dan rencana untuk membangun pusat penyimpanan data atau data center di Indonesia sebab beberapa persoalan terkait infrastruktur.

Mulia Dewi Karnadi (One Commercial Partner & Small Medium Corporate Microsoft) mengungkapkan salah satu hambatan pembangunan data center di Indonesia ialah ketersediaan pasokan listrik.

“Sekarang ini Microsoft belum perlu membangun server di sini namun tak tertutup satu kemungkinan suatu hari Microsoft akan membangun pusat data di sini saat keadaan di lapangan telah membaik.

Mulia mengungkapkan pusat data Microsoft harus berada di level 4 dan salah satu kriterianya ialah ketersediaan pasokan listrik dari tiga lapis sumber.

“Di Indonesia, sumber listrik baru asalnya dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan genset. Di luar negeri, pada umumnya ada tambahan energi terbarukan seperti panel surya atau kincir angin,” katanya.

Di samping pasokan listrik, persoalan Microsoft ialah ketersediaan lahan sebab pembangunan data center membutuhkan lahan minimal seluas 10 kilometer persegi tanpa ada permukiman di sekitarnya.

“Hal tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan di pusat data supaya tidak memunculkan korban jiwa. Agar mendapatkan sertifikasi level 4 itu memang tidak mudah,” katanya

Sekarang ini Microsoft mempunyai sekitar 148 pusat data di 48 negara, termasuk Singapura dan Malaysia. Untuk sebuah pusat data yang dibangun, Microsoft mengklaim investasi yang perlu mereka habiskan sekitar USD70 juta sampai USD300 juta.

Faktor lain Microsoft belum membangun pusat data di sini ialah belum ada peraturan yang mengharuskan. Revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) masih menggodok detail penempatan pusat data di dalam negeri. Salah satu yang telah dibahas ialah kategorisasi jenis data.

Sejauh ini pemerintah telah membagi data ke dalam 3 macam yaitu data strategis, data tinggi, dan data rendah. Data strategis ialah jenis data yang wajib disimpan dan dijalankan di dalam negeri. Jenis data ini pada umumnya berkaitan dengan informasi intelijen, ketahanan pangan, sampai sektor energi.

Inilah kabar tentang ” Alasan Microsoft Belum Berani Bangun Data Center di Indonesia “.Walaupun Kamu telah selesai menyimak berita ini, Kami menganjurkan untuk membaca berita aslinya secara mendalam.

Silahkan ke situs resminya dengan melakukan pencarian di google dengan judul ” Alasan Microsoft Belum Berani Bangun Data Center di Indonesia ” untuk membaca artikel aslinya supaya tidak terjadi kesalahan makna informasi


Butuh jasa pembuatan website di Makassar? kontak kami. Jasa Pembuatan Aplikasi Android, Jasa SEO dan SEM, SMM, Internet Marketing Agency, Social Media Strategist Makassar, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik bisa kami lakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *