Tipe Data Array dan Cara Penulisannya di PHP

tutorial belajar PHP untuk pemula

Di tutorial  PHP saat ini kita akan membicarakan mengenai tipe data bentukan: Array, serta cara penulisannya di PHP. Tetapi dalam kesempatan ini saya cuma mendiskusikan sepintas tentang array, sebab PHP sendiri mempunyai banyak fitur dan fungsi yang bisa dipakai untuk pemrosesan array. Pembahasan yang lebih lengkap akan saya bahas pada tutorial lainnya.

Pengertian Tipe Data Array

Array (atau larik dalam bahasa indonesia) bukanlah tipe data dasar seperti integer atau boolen, Array ialah sebuah tipe data bentukan yang terdiri atas kumpulan tipe data lainnya. Memakai array akan mempermudah dalam membuat kelompok data, serta mengirit penulisan dan pemakaian variabel.

Misalnya kita perlu untuk menyimpan 10 nama mahasiswa, maka kode PHPnya bila tanpa memakai array yaitu sebagai berikut:

<?php
$nama0="Andri";
$nama1="Joko";
$nama2="Sukma";
$nama3="Rina";
$nama4="Sari";
//... dst sampai $nama10
?>

Kode PHP seperti diatas tidak salah, namun kurang efektif sebab kita membuat 10 variabel untuk 10 nama. Bagaimana bila kita perlu 100 nama? maka akan diperlukan 100 variabel $nama.

Pembuatan kode program diatas bakal lebih rapi bila ditulis kedalam bentuk array, sebab kita cuma memerlukan 1 buah variabel saja untuk menampung banyak nilai. Berikut ialah contoh pemakaian array:

<?php
$nama = array (
         0=>"Andri",
         1=>"Joko",
         2=>"Sukma",
         3=>"Rina",
         4=>"Sari",)
//... dst sampai 10
?>

Cara Penulisan Array dalam PHP

PHP mendukung beberapa cara penulisan array, salah satunya dengan memakai konstruktor array PHP (array language construct) sebagai berikut:

$nama_variabel = array(
key  => value,
key2 => value2,
key3 => value3,
...
)

Komponen array terdiri atas pasangan kunci (key) dan nilai (value). Key ialah penunjuk posisi dimana value disimpan. Teliti juga bahwa PHP memakai tanda panah (=>) untuk memberikan nilai kepada key.

Dalam mengakses nilai dari array, kita memakai perpaduan $nama_variabel dan nilai key-nya, dengan penulisan sebagai berikut:

$nama_variabel[key];

Berikut ialah contoh pengaksesan array dalam PHP:

<?php
//pembuatan array
$nama = array(
        1=>"Andri",
        2=>"Joko",
        3=>"Sukma",
        4=>"Rina",
        5=>"Sari");
//cara akses array
echo $nama[1]; //Andri
echo "<br />";
echo $nama[2]; //Joko
echo "<br />";
echo $nama[3]; //Sukma
?>

Pada contoh diatas, saya memakai angka integer sebagai key (1,2,3…) dan string sebagai value (Andri, Joko, Sukma, …).

Selain mendefenisikan key secara langsung, PHP juga memperbolehkan penulisan array tanpa key, dan key itu dengan otomatis akan diurutkan dari nilai 0, 1, 2, dst.

Berikut ialah contoh pendefenisian array tanpa key:

<?php
// pembuatan array
$nama = array("Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari");
// pengaksesan array
echo $nama[1]; //Joko
echo "<br />";
echo $nama[2]; //Sukma
echo "<br />";
echo $nama[3]; //Rina
?>

Perhatikan bahwa sekarang, index atau key dari array dimulai dari angka 0, bukan 1. sehingga $nama[1] berisi Joko. nama Andri berada di $nama[0]. Dalam pemakaian array di dalam PHP, konsep “key” array dimulai dari angka 0 ini amat penting untuk dimengerti

Selain memakai angka, key dalam PHP bisa berisi string atau boolean. Sedangkan untuk value bisa menyimpan berbagai tipe data seperti integer, float, string, boolan, bahkan array lainnya. Array semacam ini disebut juga dengan istilah “associate array“.

Berikut contoh pemakaian array dengan perpaduan tipe data.

<?php
// pembuatan array
$coba = array (
        2=>"Andri",
        "dua"=>"2",
        'tiga'=>3,
        true=>true,
        9=>"sembilan",);
// pengaksesan array
echo $coba[2]; //Andri
echo "<br />";
echo $coba["dua"]; //2
echo "<br />";
echo $coba['tiga']; //3
echo "<br />";
echo $coba[true]; //1 (true di konversi jadi 1)
echo "<br />";
echo $coba[9]; // sembilan
?>

Dari contoh diatas, saya membuat array $coba dengan memakai berbagai tipe data untuk key dan value, yakni dengan tipe data integer, string, dan boolean. Tetapi bila key di defenisikan dengan tipe data boolean seperti di baris ke-6, maka dengan otomatis PHP akan mengkonversinya jadi 1.

Untuk PHP versi 5.4.x keatas, PHP menyediakan cara yang lebih singkat dalam pembuatan array, atau disebut dengan ‘short syntax array‘. Berikut contoh penggunaannya:

<?php
   // pembuatan array
   $nama = ["Andri","Joko","Sukma","Rina","Sari"];
   // pengaksesan array
   echo $nama[1]; //Joko
   echo "<br />";
   echo $nama[2]; //Sukma
   echo "<br />";
   echo $nama[3]; //Rina
?>

Perhatikan bahwa kita tak perlu membuat keyword ‘array‘, namun langsung membuat tanda kurung siku. Dan, seperti biasa, index key array dimulai dari 0. Sehingga pemanggilan $nama[1] menghasilkan “Joko”, bukan “Andri”.

Dalam tutorial saat ini kita sudah mendiskusikan cara pembuatan Mengenal Tipe Data Array dan Cara Penulisan Array dalam PHP. Array merupakan suatu tipe data yang amat berguna dalam pembuatan program nantinya (apalagi untuk menampilkan hasil dari database) dan PHP menyediakan banyak fungsi untuk mendukung pemrosesan array, hal ini akan kita bahas dalam pembahasan tentang array dalam tutorial lanjutan.


Butuh Web Developer Makassar atau Jasa SEO di Makassar yang bergaransi? Jangan ragu dengan infanthree.com. Kami juga penyedia Jasa Pembuatan Aplikasi Android di Makassar yang terkemuka. Selain itu ada layanan SEM, SMM, Internet Marketing Agency Makassar dan Social Media, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik, hingga pelatihan komputer dan internet marketing.

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *