Air di Planet Mars Raib, Biangnya Ternyata Sistem Spons

Air di Planet Mars Raib, Biangnya Ternyata Sistem Spons

Informasi yang berjudul ” Air di Planet Mars Raib, Biangnya Ternyata Sistem Spons” ini asalnya dari website lain. Silahkan Kamu langsung kunjungi situs officialnya dengan searching di search engine dengan judul yang sama

Studi baru menunjukkan bagaimana air di Planet Mars yang berlimpah di masa lampau kemudian raib pada masa sekarang.

Hasil analisis pemodelan tim peneliti Departemen Ilmu Bumi Universitas Oxford, Inggris menunjukkan, permukaan Mars ternyata menyerap seluruh air pada permukaan, sehingga Planet Merah itu sekarang kering dan tidak pantas huni.

Peneliti itu menjelaskan, biang dari hilangnya air pada permukaan Mars ialah adanya kerak basal yang terbentuk dari lahar. Kerak basal ini berguna pantasnya spons.

“Orang-orang sudah memikirkan misteri ini dalam waktu yang lama. Tetapi, tidak ada yang menguji teori air diserap sebagai hasil reaksi batuan sederhana. Salah satu alasan kenapa Mars kehilangan semua airnya, mungkin saja sebab mineraloginya,” kata peneliti NERC Research Fellow Departemen Ilmu Bumi Universitas Oxford, Jon Wade dilansir dari IBTimes, Kamis 21 Desember 2017.

Sebelumnya, teori hilangnya air dari permukaan Mars sebab runtuhnya medan magnet Mars miliaran tahun lalu. Lenyapnya medan magnet ini membuat air pada permukaan Mars menguap ke luar angkasa.

Untuk sampai pada kesimpulan itu, tim Wade memakai pemodelan komputer dalam memahami berapa banyak air yang dikeluarkan dari permukaan Mars melalui reaksi dengan batu-batuan. Dari pemodelan itu, tim mendapatkan kerak basal dapat menahan sekitar 25 persen lebih banyak air ketimbang yang terdapat di Bumi.

Wade mengungkapkan, sistem lempeng tektonik di Bumi sekarang ini mencegah perubahan drastis tingkat air permukaan. Menurut pendapatnya, batuan basah di sistem lempeng di Bumi telanjur mengalami dehidrasi sebelum memasuki mantel yang relatif kering. Tetapi, Bumi pada masa awal dan Mars, tidak mempunyai sistem daur ulang air seperti pada Bumi sekarang ini.

“Sementara itu, di Mars, air yang bereaksi dengan lahar letusan membentuk kerak basal. Ini menghasilkan efek spons. Air Mars kemudian direaksikan dengan batu-batuan membentuk berbagai mineral yang mengandung air,” katanya.

Berikutnya, reaksi batuan air itu merubah mineralogi batu dan mengakibatkan permukaan Mars jadi kering dan konsekuensinya tidak sesuai untuk kehidupan.

Tim peneliti mengungkapkan, hasil studi pemodelan ini memang mematahkan ambisi eksplorasi masa depan Planet Mars, yang berencana mengekstraksi air. Sementara itu, temuan pemodelan itu tidak mendukung ekstraksi air. (art)

Demikianlah artikel terkait Air di Planet Mars Raib, Biangnya Ternyata Sistem Spons. Walaupun Kamu telah selesai membaca artikel ini, Kami menganjurkan untuk membaca berita aslinya secara keseluruhan.
Silahkan kunjungi website officialnya dengan melakukan pencarian di search engine dengan judul ” Air di Planet Mars Raib, Biangnya Ternyata Sistem Spons ” untuk melihat berita aslinya agar tidak terjadi perbedaan makna informasi


Butuh jasa pembuatan website di Makassar? kontak kami. Jasa Pembuatan Aplikasi Android, Jasa SEO dan SEM, SMM, Internet Marketing Agency, Social Media Strategist Makassar, Pembuatan Logo, Konten, Video, Maskot dan Instalasi jaringan ataupun mikrotik bisa kami lakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *